Thursday, January 21, 2010

DNS (Domain Name System)



Mamad pengen posting dulu neeh, sebelum tidurr... Judulnya 'DNS (Domain Name System)' ... Simak yaa...

DNS (Domain Name System) pada prinsipnya merupakan sebuah database yang berisi daftar informasi host. Pada awalnya, di tahun 1970, ARPAnet (proyek eksperimental dari Advanced Research Projects Agency untuk komunitas jaringan komputer, merupakan cikal bakal dari Internet yang ada sekarang), mempunyai sebuah file HOSTS.TXT (semacam file /etc/hosts).

File tersebut berisi daftar seluruh nama komputer yang menjadi anggota komunitas. Dengan semakin berkembangnya jumlah komputer yang tersambung, daftar ini menjadi semakin besar dan sulit untuk diadministrasikan. Lalu pada tahun 1984, PAUL MOCKAPETRIS mengusulkan sistem penamaan domain (DNS) yang dituangkan dalam RFC 882 dan RFC 883.

Struktur database DNS mempunyai kemiripan dengan sistem file yang ada diUNIX/Linux. Jika dalam sistem file UNIX memiliki direktori root (/) kemudian dibawahnya ada direktori usr (/usr), bin (/bin) dan seterusnya, maka dalam struktur database DNS juga memiliki root (.), kemudian com (com.), net (net.) dan seterusnya.

-Bagaimana DNS bekerja?

DNS bekerja dalam modus klien server. Dalam arti ada klien yang mencari nama atau alamat IP, kemudian ada server yang memberikan informasi dimana nama atau alamat IP tersebut diakses. Server DNS yang paling banyak digunakan di lingkungan UNIX adalah BIND.

Untuk memahami bagaimana DNS bekerja, misalkan dengan browser anda buka http://spawn.heaven.or.id. Pertama kali yang dilihat adalah file /etc/resolv.conf untuk mencari alamat name server komputer yang bersangkutan. Setelah terhubung, name server akan meneruskan ke database root (.) untuk mencari server yang bertanggung jawab terhadap domain id.. Dari name server yang mengadministrasi domain id, pencarian dilanjutkan dengan mencari nama server untuk or.

Seterusnya dari database name server untuk or, mencari alamat nama server untuk domain heaven. Dan akhirnya name server heaven akan memberikan informasi mesin yang menggunakan nama spawn dalam domainnya. Semuanya dilakukan dalam waktu yang relatif cepat, tergantung jenis koneksinya.
browser

name server lokal

name server root (.)

name server id (id.)

name server or (or.id.)

name server heaven (heaven.or.id)

host spawn (spawn.heaven.or.id)

-Komponen DNS

DNS ini mempunyai beberapa komponen, yaitu :

* Resolver
ialah bagian aplikasi klien yang mengakses name server. Semua program yang membutuhkan DNS, memakai resolver. Proses resolving :

•Mengajukan permintaan terhadap name server
•Menginterpretasikan permintaan (resolve), dan memberikan response
•Mengembalikan informasi kepada program yang memintanya.

Resolver akan menjawab dengan dua cara yaitu melihat isi dari cache yang pernah ditanyakan sebelumnya, serta menanyakan kepada DNS Server untuk mendapatkan hasilnya. Resolver yang biasa dipergunakan untuk mencari informasi tentang DNS adalah nslookup.

* Resolution

Dalam menjawab permintaan terhadap sebuah domain, name server akan mencari name server yang bertanggung jawab terhadap domain yang diminta (lihat sub bagian sebelumnya tentang bagaimana DNS bekerja). Selain mencari, name server juga memberikan informasi tentang server yang bersangkutan. Proses ini disebut name resolution, atau disingkat resolution.

* Caching

Setiap permintaan terhadap sebuah domain, memaksa name server untuk mengakses databasenya, dan mencari name server yang bertanggung jawab. Untuk itu name server melakukan caching terhadap domain-domain yang pernah diminta. Karena tidak bisa dicaching untuk selamanya, maka name server mendefinisikannya dengan Time to Live (TTL).

* Konfigurasi Domain Name Server

Software untuk implementasi DNS yang banyak digunakan adalah BIND (Berkeley Internet Name Domain) yang pertama kali disebut dengan JEEVES dibuat oleh PAUL MOCKAPETRIS. Terakhir implementasi BIND untuk Operating sistem Unix Berkeley 4.3BSD, oleh KEVIN DUNLAP. Versi terakhir saat buku ini ditulis adalah BIND versi 8.1.2.
Pada sebagian distribusi besar, BIND telah diinstal bersamaan dengan instalasi awal. Yang dibutuhkan hanyalah mengkonfigurasikan dan mengaktifkannya. Untuk BIND versi terbaru dapat diperoleh di
http://www.isc.org atau ftp.isc.org dalam direktori /isc/bind/src

* Konfigurasi BIND v8
Pertama kali yang dilakukan adalah seting data untuk DNS. Dalam contoh berikut kita menggunakan nama ut. Anda bisa mendefinisikan sendiri untuk penamaan yang mudah diingat. Berikut contoh nama file yang dibutuhkan :

1. /etc/resolv.conf
2. /etc/named.conf
3. File DNS resource record, yang terdiri
o /var/named/root.cache
o /var/named/named.local
o /var/named/ut.zone
o /var/named/ut.rev

DNS resource record adalah file database yang dibutuhkan oleh name server dalam menjalankan tugasnya. File ini dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan. Hal yang perlu diingat adalah urutan kebutuhan resource record, yakni : Subsections

•SOA record
•NS Record
•Other records,
•/etc/resolv.conf
•/etc/named.conf
•/var/named/root.cache
•/var/named/ut.zone ( file zone domain )
•/var/named/ut.rev
•MX Records

* Administrasi BIND
Untuk mengadministrasikan BIND (named), cukup jalankan program ndc, diikuti perintah yang diinginkan. Perintah yang tersedia adalah :

•status Menunjukkan status named sebagaimana ditampilkan dengan perintah ps.
•dumpdb Membuang database dan cache dari named ke /var/tmp/named_dump.db
•reload Menyebabkan named mengecek semua nomor serial zone primary dan secondary, dan menampilkan kembali setiap perubahan.
•stats Membuang statistik ke dalam file /var/tmp/named.stats
•trace Meningkatkan satu level tracing atau pelacakan. Semakin tinggi level pelacakannya, semakin banyak hal-hal yang dicatat. Semua dituliskan dalam file /var/tmp/named.run
•notrace Mengembalikan nilai atau level pelacakan menjadi nol. Perintah ini juga menghapus file
/var/tmp/named.run jika masih ada.
•querylog Berpindah ke model querylog, yang menyebabkan pencatatan ke dalam syslog setiap permintaan yang masuk. Perlu diperhatikan bahwa perintah ini akan mencetak file log dengan ukuran besar. Model ini juga dapat dijalankan dengan perintah qrylog.
•start Menjalankan named
•stop Menghentikan named jika masih berjalan
•restart Menghentikan named dan menjalankannya kembali.
Misalnya untuk mulai menjalankan name server :
# ndc restart

Gimana, sobat ?? udah pada ngerti lom ?? mamad aja gk ngerti-ngerti... Oke, sob.. segitu aja dulu yaa.. udah ngantuk neeh... Pamit...

Wassalam...
Jangan Lupa Baca Doa sebelum tidur !!

Sumber : Wikipedia

5 comments:

mamaders said...

:k: :m: :n:

ILHAMFILES | Happy Blogging | Freedom Of Blogging | Techno Online Media Aggregator said...

Asyik ak PertamaxxxXXX
oh,, gtu,, thanzk for glosarry nya!!
blog ku:
http://ilhamfiles.blogspot.com
http://eng-ilhamfiles.blogspot.com

Sites Info and Tutorial said...

Koment pengantar tidur :e:

mamaders said...

Ilham & Sites Info >> siip... thx, sobat... :n:

Sinema 212 said...

Misi Gan Pemula ni .. Mau nanya Gan Emang kalo kita bikin blog harus punya Nama Domain sendiri ya biar ke Index ma Bah Google ..
Ane Baru Bikin Blog ni Gan di blogspot.com (http://sinema-212.blogspot.com) Tuh ga mau ke Index Sama Google,knp ya Gan .. ??
Mohon Bantuan nya donk Gan ..
Makasih sebelum nya .

Post a Comment

Tips-Trik Maksimalkan Windows?
Klik di sini