Saturday, March 6, 2010

Membuat Setting Proxy Permanen

8 comments
Biasanya ISP memiliki paling tidak satu server proxy yang bisa digunakan oleh penggunanya. Informasi alamat proxy, IP, dan port-nya bisa kamu tanyakan pada ISP kamu atau administrator Jaringan.

Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan , kamu bisa menggunakan proxy tersebut secara permanen pada seluruh akun di komputer kamu.

Caranya begini :

1. Klik "Start > Run..." lalu ketik "regedit" untuk menjalankan Registry Editor.

2. Masuklah ke subkey HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet Settings.

3. Klik "Edit > New > DWORD Value", lalu beri nama DWORD Value tsb dengan nama "ProxySettingsPerUser".

4. Klik ganda DWORD Value "ProxySettingsPerUser" dan isikan Value Data nya dengan nilai 0.

5. Tekan OK.

6. Setelah itu, pada subkey yang sama buat DWORD Value dengan nama ProxyEnable melalui menu "Edit > New > DWORD Value".



7. Isikan Value Data dari DWORD Value yang baru kamu buat dengan 1.

8. Tekan OK.

9. Masih pada subkey yang sama, buat String Value ProxyServer dari menu "Edit > New > String Value".

10. Isikan Value Data dengan alamat proxy diikuti dengan port. Misalkan proxy yang kamu gunakan beralamat di proxy.isp.net.id pada port 8080, maka Value Data ProxyServer kamu bisa memasukkan nilai proxy.isp.net.id:8080. Jika tahu alamat IP-nya, kamu bisa mengisi Value Data ProxyServer dengan IP proxy. Contohnya: 10.15.38.9:2121.

11. Tekan OK, tutup Registry Editor dan Restart Windows.
Read More..

Monday, March 1, 2010

USB setelah satu dekade

3 comments
Assalamualaikum, sobat Blogger... kali ini kita akan membahas tentang 'USB setelah satu dekade'...

Sekarang ini versi USB sudah sampai versi 3.0 meski belum perangkat yang memakainya. Apa sih bedanya dengan versi yang sudah ada, 2.0 ??

Sejak diperkenalkan pada tahun 2000, USB 2.0 jadi standar koneksi berbagai aksesori komputer. Konsep 'Plug and Play' yang diusungnya bikin segalanya lebih mudah. Tinggal colok, aksesori bisa dipakai.

Kurang lebih satu dekade USB 2.0 bertahan. Penerusnya baru kelihatan akhir-akhir ini. Itu pun belum banyak. Ialah USB 3.0. Tentu saja, USB 3.0 hadir dengan membawa beberapa kemajuan ketimbang pendahulunya. Berdasarkan teori, USB 2.0 mampu mentransfer dengan kecepatan 480 MB/detik. Kecepatan transfer di USB 3.0 meningkatkan hingga 10 kali lebih kencang. Kecepatannya 4,8 GB/detik.



Karena kecepatannya, USB 3.0 dijuluki "USB Superspeed". Ingat bukan USB 2.0 dijuluki "USB HI-Speed" ??
Kecepatan itu bisa diraih karena USB 3.0 memiliki 9 pin penghubung yang disusun secara paralel. USB 2.0 hanya memiliki 4 pin. Selain itu, teknik transfer data USB 3.0 mengadopsi teknik full-duplex yang artinya proses baca dan tulis dapat berjalan secara berbarengan. Jadi semestinya, tidak ada penghambat.

Dengan semakin banyaknya pin, fisik kabel USB 3.0 juga lebih tebal ketimbang kabel USB 2.0. Ukuran kabel USB 3.0 itu seukuran kabel jaringan RJ45. Tapi tenang saja, meskipun kabelnya lebih tebal, penghubungnya tetap bisa dipakai di perangkat USB 2.0.USB 3.0 bisa mengalirkan listrik lebih banyak. USB 3.0 bisa menyuplai daya sebesar 150 mA. Bandingkan dengan USB 2.0 yang suplai dayanya 100 mA. Itu pada kondisi standar. Pada kondisi yang butuh suplai daya besar, USB 3.0 mampu memberikan daya sebesar 900 mA. USB 2.0 hanya 500 mA.



Walau begitu, USB 3.0 diklaim lebih hemat energi. Sebagai contoh, jika perangkat USB 3.0 berada dalam kondisi idle, USB 3.0 akan dibuat hemat energi dan menyuplai power seperlunya saja. Ketika ada aktivitas, barulah daya listrik ditingkatkan sesuai kebutuhan dan spesifikasi perangkat tersebut.Dukungan untuk USB 3.0 ini masih sedikit. Sampai saat ini, bahkan Windows 7 pun belum memasukkan driver untuk USB 3.0. Driver harus diinstal secara manual. Barangkali, ketika perangkat USB 3.0 sudah banyak yang pakai, driver itu akan ditebengkan pada Service Pack.



Masa depan USB 3.0 bisa dibilang menjanjikan. Soalnya banyak perangkat yang bakal butuh kecepatan tinggi. Sebutlah perangkat multimedia yang sudah mendukung film berdefinisi tinggi. Kita tinggal tunggu saja.


Read More..

Sunday, February 28, 2010

Nonton DVD di Ponsel ( DVD to 3gp Converter )

5 comments
Ponsel kamu bisa digunakan sebagai sebagai bioskop mini dengan mengubah format si DVD film menjadi format yang dapat dikenali oleh video player di ponsel yakni 3gp. Salah satu aplikasi yang bisa kamu manfaatkan adalah Gogo DVD to 3gp Converter ( download di sini ). Begini langkah-langkah kompletnya :

1. Download installer file dvd23gp.exe. Klik dobel file tersebut untuk menginstalnya ke PC. Ikuti wizard instalasi hingga tuntas. Centangi opsi [ DVDto3gp Converter ], lalu klik [ Finish ].

2. Aplikasi akan berjalan di layar monitor. Masukkan DVD Film yang hendak diubah ke 3gp ke dalam tray DVD drive. Klik [ Open DVD ]. Arahkan aplikasi ke direktori DVD drive. Klik [ OK ].

3. Aplikasi akan mendeteksi DVD film. Jika ada beberapa video file dalam DVD, pilih salah satu dulu di menu "Title". Biarkan setelan "Audio" dengan opsi default.

4. Jika ingin subtitle ditampilkan, pilih bahasa subtitle di "Subtitle". Beri nama file 3gp hasil konversi di "Tilte".

5. Tentukan folder simpannya dengan mengklik [...]. Pilih folder simpan, lalu klik [ OK ]. Lakukan konversi dengan mengklik [ Start ].



6. Proses konversi akan ditunjukkan dengan bar proses dan tampilnya film. Jika sudah, konversi akan berhenti sendiri. Tapi, jika hendak dihentikan ditengah jalan, klik [ Stop ].

7. File hasil konversi akan disimpan dalam folder simpan yang telah kamu tentukan sebelumnya, dengan nama sesuai dengan yang telah diberikan. Video file tersebut kini telah berformat 3gp.

8. Lanjutkan dengan memindahkan file video dari DVD film tersebut ke kartu memori eksternal di ponsel. Kamu dapat menggunakan jalur koneksi kabel data, Bluetooth, atau memory card reader untuk memindahkannya.

9. Nah, film siap ditonton di ponselmu.


Read More..

Friday, February 26, 2010

Membuat Atribut " Read-Only " Jadi " System "

9 comments
Dalam pemberian atribut file dan folder, sistem operasi Windows mengenal beberapa jenis atribut. Ada atribut hidden yang berfungsi untuk menyembunyikan obyek file atau folder, dan ada atribut Read Only untuk mencegah penghapusan atau penulisan ke dalam file atau folder.

Untuk melakukan perubahan atribut folder seperti yang dimaksudkan diatas, kamu bisa mengklik menu "View > Customize This Folder....". Disini kamu bisa mengatur setiap folder dengan setting yang berbeda. Cuma, kamu tidak diberikan akses untuk mengatur beberapa folder standar Windows seperti Fonts, Downloaded Program Files, dan beberapa Folder sistem lainnya.



Untuk membedakan folder yang telah di customize dengan yang belum, Windows Explorer memberikan flag read only untuk menandai setiap folder yang telah di customize. Meski checkbox Read-Only dalam kondisi aktif, pada kenyataannya kamu masih tetap dapat menulis file ke dalam folder tersebut.
Dibanding menggunakan flag read-only yang sebenarnya lebih ditujukan untuk write protect, kamu dapat mengubah agar Windows Explorer menggunakan flag System untuk semua folder yang telah di customize. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut :

1. Klik "Start > Run..." lalu ketik "regedt32".

2. Masuklah ke sub key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer.

3. Di bagian kanan Window, klik kanan mouse dan pilih "New" > "DWORD Value".

4. Beri nama DWORD Value yang baru kamu buat dengan nama "UseSystemForSystemFolders".

5. Klik ganda DWORD Value UseSystemForSystemFolders dan isikan nilainya dengan 1.

6. Tutup Registry Editor, lalu Restart Windows.


Read More..
Tips-Trik Maksimalkan Windows?
Klik di sini